The Word we Dreams Of
The
Word we Dreams Of
| palnet yang berbeda dimensi dengan kita |
Dunia yang kita tepati ini masih sebuah misteri kita tidak mengetahui bagaimana dan kapan dunia ini terbentuk, tetapi sebenarnya dunia ini terbentuk oleh batu cornium atau disebut batu pencipta dimana batu ini yang membuat dan membentuk dunia yang kita tempati banyak sekali planet yang sudah terbentuk dari batu cornium bukan hanya bumi tapi masih banyak sekali planet yang berpenghuni tetapi mereka berbeda dimensi oleh bumi, karena batu ini banyak diperebutkan oleh berbagai macam planet yang lain maka batu ini disegel di planet tartara dan semua planet yang mengetahui tentang batu ini dihilangka seluruh ingatannya
Ini adalah kisah dari seorang
pemuda yang sangat bosan akan kehidupannya dan ingin mempunyai negeri nya
sendiri yang mana bisa menyembuhkan kebosananya akan kah dia mendapatkan batu
tersebut atau tidak itu masih misteri
Jadi kita mulai saja kisah tentang pemuda ini
1
Di bumi hiduplah seorang pemuda
yang bernama kiku, dia selalu bosan akan hidupnya karena dia diberkati oleh
segalanya: keuangan,percintaan,wajah yang tampan,anak jenius semuanya di punyai
oleh dia maka dari itu dia selalu bosan akan kehidupannya karena dia menganggap
bahwa hidupnya terlalu mudah dan membuat dia menjadi sombong karena dia
mempunya segala hal yang tidak dipunyai oleh orang lain
Tahun ini dia masuk sma dan dia
sangat bangga hati karena dia dipilih oleh pihak yayasan memberi sambutan ke
para murid baru yang lainnya dan dia berpikir bahwa hal itu adalah hal yang
sudah biasa dia dapatkan
“Ting tong.... ting tong...... pengumuman bagi seluruh murid
baru diharpakan kegedung olahraga karena akan diadakan penyambutan murid baru
di Sma kanazawa diharpakan untuk menuju ketempat lokasi” bunyi dari toa
“Baiklah apakah semua murid sudah berkumpul, jika sudah kita
akan mulai acara ini, untuk acara pertama yaitu sambutan dari kepala sekolah”
Pak kepala sekolah pun berdiri dan mememberika sambutan,
setlah pak kepala sekolah memberi sambutan kini giliran kiku memberi sambutan
“baiklah kita sudah mendengar sambutan dari kepala sekolah,
maka kita akan mendengar sambutan dari perwkilan murid yang akan dibawakan oleh
kiku untuk saudara silakan berdiri untuk memberi sambutan”
“Wahhh....... liat itu bukannya dia yang memperoleh nilai
tertinggi ditest masuk pas itu” saut anak laki-laki yang melihat kiku
“Kyaa.... ganteng sekali apakah dia terlalu sempurna bukan
sudah pintar ganteng pula aku mau pacara sma dia, eh enak aja aku kali yang
bakal dapetin dia, gak yang bkl dapetin dia itu aku, aku yng bakl dpetin, gak
yang pastinya itu” saut anak perempuan yang mengoceh siapa yang bakal dapetin
kiku
“Sungguh berisik apakah mereka jarang menemuka seseorang yang
sempurna seperti ini, sungguh menjijikan melihat mereka seperti para ayam yang
memperebutkan satu cacing”dalam hati kiku mendumel
“Perkenalakan nama saya kiku, sebelumnya saya mengucapkan
terima kasih karena sudah memberikan saya kesmpatan memberika sambutan sebagai
perwakilan dari seluruh murid baru” tetapi dalam hati kiku berkata hal ini mah
sudah biasa saya lakukan hal yg terlalu gampang seperti ini
setelah kiku memberikan sambutan secara singkat acara pun selesai"
"cihh....... sunggu sangat bosan sekali hidup ini apakah tidak ada hal yang bisa mengisi kebosanan bahakan seetelah ditunjuk menjadi perwakilan dari murid baru rasanya masih sma aja memang terlalu muda hidup ini" dalam hati kiku yang sedang mendumel
"aahh..... lebih baik melihat papan pembagian kelas saja" kiku pun berjalan mencari papan pembagian kelas tapi dia tersesat dan tidak bisa menemukan papan tersebut hingga pada akhirnya
"sial kenpa bisa sampai tersesat ahh.. seharusnya kebiasaan tersesat ini dihilangkan saja, merepotkan saja. hey kamu yang disana" kiku pun menegor seorang anak laki-laki yang sedang duduk ditaman
"apakah kau memanggil saya"
"iya apakah kau mengetahui dmna papan pembagian kelas, ooh ya sebelumnya perkenalkan nama saya kiku, siapa nama mu"
"ya saya sudah tau nama mu, bukannya kau anak yang mendapatkan nilai yang tertinggi itu bkn"
"ooh ya saya mendapatkan nilai tertinggi itu"
"waahh.... sunggu suatu kehormataan bisa mengobrol dengan sang peringkat teratas, ooh ya saya lupa memperkenalakan nama saya kanzo saya peringkat kedua ketika ujian masuk senang bertemu dengamu kiku"
"wahh...... rupanya dia yang hampir mendekati peringkat pertama bahkan perbedaan nilainya cuman satu angka dengan nilai yang saya punyai, saya salah menilai dia memang orang sepert ini tidak boleh diremehkan" dalam hati kiku
"ooh ya bukannya kau mencari papan pembagian kelas bukan, kebetulan saya juga ingin menuju kesana"
"baguslah kalau kau juga ingin kesana"
mereka pun berjalan menuju papan pembagian kelas sambil berbincang
"ooh ya kiku apakah kita bisa berteman"
"aahhh..... baiklah"
"wooo.... aku kira kau bakal menolak
dengan nada berat kiku menjawab"lagi pula juga sepertinya aku membutuhkan teman laki-laki, sudah lama saya tidak memiliki teman" meskipun niat kiku hanya ingin mengambil keutungan dari dia
"baguslah kalau begitu jadi mulai sekrang kita berteman bukan"
"aahhhh..... baikalah" dalam hati kiku,sungguh anak yang sangat berpikir postif.
"cihh....... sunggu sangat bosan sekali hidup ini apakah tidak ada hal yang bisa mengisi kebosanan bahakan seetelah ditunjuk menjadi perwakilan dari murid baru rasanya masih sma aja memang terlalu muda hidup ini" dalam hati kiku yang sedang mendumel
"aahh..... lebih baik melihat papan pembagian kelas saja" kiku pun berjalan mencari papan pembagian kelas tapi dia tersesat dan tidak bisa menemukan papan tersebut hingga pada akhirnya
"sial kenpa bisa sampai tersesat ahh.. seharusnya kebiasaan tersesat ini dihilangkan saja, merepotkan saja. hey kamu yang disana" kiku pun menegor seorang anak laki-laki yang sedang duduk ditaman
"apakah kau memanggil saya"
"iya apakah kau mengetahui dmna papan pembagian kelas, ooh ya sebelumnya perkenalkan nama saya kiku, siapa nama mu"
"ya saya sudah tau nama mu, bukannya kau anak yang mendapatkan nilai yang tertinggi itu bkn"
"ooh ya saya mendapatkan nilai tertinggi itu"
"waahh.... sunggu suatu kehormataan bisa mengobrol dengan sang peringkat teratas, ooh ya saya lupa memperkenalakan nama saya kanzo saya peringkat kedua ketika ujian masuk senang bertemu dengamu kiku"
"wahh...... rupanya dia yang hampir mendekati peringkat pertama bahkan perbedaan nilainya cuman satu angka dengan nilai yang saya punyai, saya salah menilai dia memang orang sepert ini tidak boleh diremehkan" dalam hati kiku
"ooh ya bukannya kau mencari papan pembagian kelas bukan, kebetulan saya juga ingin menuju kesana"
"baguslah kalau kau juga ingin kesana"
mereka pun berjalan menuju papan pembagian kelas sambil berbincang
"ooh ya kiku apakah kita bisa berteman"
"aahhh..... baiklah"
"wooo.... aku kira kau bakal menolak
dengan nada berat kiku menjawab"lagi pula juga sepertinya aku membutuhkan teman laki-laki, sudah lama saya tidak memiliki teman" meskipun niat kiku hanya ingin mengambil keutungan dari dia
"baguslah kalau begitu jadi mulai sekrang kita berteman bukan"
"aahhhh..... baikalah" dalam hati kiku,sungguh anak yang sangat berpikir postif.
setelah sekian lama mereka berbincang-bincang akhirnya mereka sampai di depan papan pembagian kelas
"lihat kita sudah sampai, itu papan pembagiannya"kata kanzo
"rupanya disini papannya sungguh sangat merepotkan sekali"
"yaudah saya duluan ya saya sudah tau saya berada dikelas mana"
"baikalah"
"samapi bertemu pas istirhat nanti"
"baiklah lebih baik saya mencari nama saya, mana pula ini alngkah banyak sekali yang mendaftar kesekolahan ini hadeh......"
kiku pun mencari nama dia karena kelas yang sangat banyak dia pun sangat kerepotan, ketika dia lagi sedang mencari namanya dia tidak sengaja membuat jatuh seorang wanita.
karena kiku tidak ingin dicap sebagai pria yang kasar dia pun menolong sang wanita tersebut, meskipun bagi dia itu sangat merepotkan
"maaf saya tidak sengaja apakah kau terluka"
"tidak, saya tidak apa-apa lagi pula juga saya salah karena menutupi jalan kamu"
"syukurlah kalau kau tidak terluka"
"ayyy... ooh ya perkenalakan nama saya ilmi, kau kiku bukan"
"ooh ya nama saya kiku"dalam hati kiku berkata, memang susah kalau jadi terkenal itu.
"ngomong-ngomong apa yang sedang kau cari"
"saya sedang mencari nama saya dipapan yang luas ini"
"ooh kalau kau sedang mencari nama kamu, itu ada dikelas 10e kita satu kelas"
"ooh begitu baguslah kau sangat membantu"
alay
BalasHapus